Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts

Monday, August 10, 2009

Bersuka Cita Dalam Keluh Kesah

"Praise The Lord, Hey My Soul.. Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku.." Kata itu mungkin yang keluar dari dalam hati ku sepulang aku dari gereja.. Entah suatu kebetulan atau apa, sebab tema gereja malam itu benar benar membuka mata dan hatiku..
Sebuah kisah tentang Nabi Elia menjadi sajian dalam bacaan pertama.. Mengingatkan aku tentang sebuah cerita alkitab yang di fiksikan oleh Paulo Coelho dalam sebuah novelnya berjudul “The Fifth Mountain”.. Sebuah buku yang benar benar mampu menyadarkan aku tentang sebuah ketaatan serta sebuah pengujian..
Di ceritakan tentang Nabi Elia dalam ketaatannya kepada Tuhan justru menjadikan dia sebagai seorang pelarian.. Dalam pelarian tersebut ia masuk ke dalam sebuah kota dimana dia akhirnya bertemu seorang janda dan jatuh cinta kepadanya.. Tetapi dalam ketaatan itu ternyata nasib berbeda menemui nya.. Orang yang di cintai nya satu persatu harus pergi.. Sepertinya Tuhan mempermainkan dia.. Huuumm.. Sedihnyaa.. hikks hiks..
Masih tentang bacaan di gereja juga.. hehehe.. Dua minggu yang lalu bacaan pertama di gereja adalah tentang bangsa Israel yang keluar dari perbudakan mesir, yang kemudian sampai di tengah padang gurun mereka berkeluh kesah, sebab mereka kelaparan.. Mereka lebih memilih untuk mati sebagai budak tetapi dengan roti dan daging di depan mata mereka, daripada mati kelaparan di padang gurun sebagai orang orang bebas..
Bagi saya, kedua cerita tersebut memiliki substansi yang sama.. Tentang ketaatan dan tentang sebuah penderitaan.. Saya rasa banyak orang berkeluh kesah, “Waduuhh, saya ini sudah jadi orang baik, tapi masih saja seperti ini seperti itu..” Hahahaa.. Gw banget keluh kesahnya.. Padahal saya bukan orang baik.. Hihihi.. Cepee deehh..
Tetapi keluh kesah yang seperti itu 100% wajar.. Itu normal.. Gak dosa (menurut saya sih).. Hehehe..
Tapi lantas kalau kemudian dengan keluh kesah seperti itu membawa kita kepada suatu amarah, kepada suatu umpatan bahkan kepada suatu rasa benci kepada Tuhan terlebih sikap penyalahan diri sendiri.. Itulah yang membuahkan sebuah dosa.. Hehehe.. Sok Teu gw yaa… ? Wuakakakakak.. Gaklaaah.. emang gitu sih.. :D ting ting ting *gigi mengkilap*…
Woaah.. Jadinya ngomong apaan sih lo gak jelas bangeeet..??!! Hehehe.. Sabar sabar guyz galz.. Gini maksudku..
Sadarkah kalian bahwa Tuhan itu sebenarnya tidak pernah bermaksud jahat sama kita..? Dia baik, bahkan lebih baik dari yang pernah kita duga.. Dia seperti guru yang setia dan bertanggung jawab..
Jadi saat kita menemui kesusahan dalam sebuah tugas, kewajiban bahkan kebaikan yang telah kita lakukan, maka tenanglah.. Don’t panic.. Pasti ada sebuah alasan di balik semua kejadian itu..
Nabi Elia pada suatu titik tertentu juga sempat berkata kepada Tuhan yang mengutus dia.. "Sudahlah biarkan aku kembali saja sebagai orang biasa dengan segala kekurangan alamiah ku.. " Huumm.. Tapi Tuhan tidak menginginkan hal itu terjadi.. Tuhan mengutus malaikat nya untuk memberikan semangat pada Nabi Elia.. Dan pada titik tertentu juga, memuncaklah kejenuhan Nabi Elia karena segala kejadian pahit yang di alaminya.. Hingga mengatakan " Aku hendak menantang Tuhan.. Aku akan mendirikan kota Akbar yang telah hancur lebur ini jauh lebih indah dari yang pernah ada.. " Kemudian dia membangun kota akbar itu menjadi lebih indah..
Dan pada titik itulah Nabi Elia mengerti akan sebuah keinginan Tuhan.. Bahwa Tuhan menginginkan dia lebih dari sekedar manusia dengan kekurangannya.. Tuhan tahu sejauh apa kemampuan Nabi Elia.. Dan Tuhan mau mengajar dia untuk menjadi lebih dari sekedar itu..

Saya akan mengambil cuplikan ilustrasi lebih simple lagi dari buku yang telah saya tulis.. Hehehe.. Bukan maksud promosi loh.. (Padahal sudah masuk unsur promosi yaa..?? Xixixixi)..

" Ada seorang yang berlatih silat di suatu gunung, dia dan seorang gurunya saja di tempat itu… Guru itu sangat pandai ilmunya dan sakti pula, dia adalah orang nomor satu yang paling disegani di seantero jagad karena ilmunya… Setelah bertahun-tahun murid itu tumbuh dan berlatih di tempat itu dengan disiplin, gurunya mengajari tentang ilmu silat, kebijaksanaan dan hal yang baik kepada muridnya itu dan guru itu sangat menyayanginya…
Hingga suatu malam, saat murid itu sedang tertidur lelap, seseorang dengan berpakaian hitam dan bertopeng menyerangnya secara tiba-tiba… Murid itu terkejut, di tengah ketenangannya dalam tidur itu dia menjadi lengah, kewalahan dan terluka di beberapa bagian karena serangan orang itu, tapi murid itu bangun dan menantang orang itu… Mereka berkelahi sepanjang malam itu dan murid itu berhasil mengalahkannya…
Murid itu penasaran, dia segera membuka topeng penyerang itu dan menemukan bahwa penyerang itu adalah gurunya sendiri… Murid itu makin tidak mengerti dan bertanya mengapa gurunya melakukan hal itu… Guru itu menjawab bahwa sudah bertahun-tahun murid itu belajar di gunung ini, banyak ilmu sudah diturunkan kepadanya… Tapi tidak akan pernah ada artinya kalau murid itu tetap ada di tempat ini… Sudah waktunya dia pergi mengembara mencari yang lebih dalam tentang arti kehidupan dan makna dia belajar ilmu silat itu… Guru itu berkata, bahwa jauh di luar sana banyak hal yang tidak terduga dan mungkin jauh lebih berat daripada serangan tak terduga yang barusan dilakukannya… Semuanya itu hanya ujian supaya murid itu terlatih menghadapi yang jauh lebih besar di luar sana…
Murid itu bertanya lagi, “ kenapa guru bisa kalah dengan saya, padahal ilmu guru masih jauh di atas saya ?
Seandainya guru mau, guru bisa kalahkan saya dengan mudah…” lanjut murid itu…
Guru itu menjawab, “Nak, aku tahu aku bisa kalahkan kamu dengan mudah… Bahkan dengan memejamkan mata sekalipun, atau tanpa menyentuh sedikitpun tubuh kamu…
Tapi tidak tahukah kamu ? Aku guru yang baik dan tidak curang, aku tidak menggunakan kekuatanku sepenuhnya untuk menunjukkan bahwa aku hebat… Semua orang telah mengakuinya tanpa aku harus mengalahkan kamu dahulu…
Aku tahu sejauh mana aku harus membatasi diriku saat melawan kamu, karena aku tahu setinggi mana ilmu kamu, karena kamupun adalah muridku…” "

Yup.. Guru silat itu benar benar mengenal muridnya dan tidak menginginkan muridnya menjadi jago kandang saja.. Melainkan dia ingin muridnya lebih baik dan memberikan segenap kelebihannya untuk orang lain..

Jadi sekarang..? Apapun kesusahan yang kita alami, karena kita melakukan tugas dan kewajiban kita bahkan kebaikan kita sekalipun, kita harus sadari bahwa itu terjadi atas izin dari Tuhan..
Tidak percayakah anda bahwa Tuhan berkuasa untuk menghentikan dan merestui sesuatu itu terjadi..? Kalau saya pribadi percaya bahwa Tuhan berkuasa untuk itu.. ^_^
Dan kalau Tuhan mengizinkan itu terjadi, maka Tuhan punya alasan di balik itu semua.. Sebuah alasan yang membawa pada sebuah kebaikan bagi kita karena Tuhan itu setia dan benar.. Kebaikan yang tidak terjadi dalam waktu 1 jam atau 1 hari.. Tapi kebaikan yang akan kita petik dalam jangka waktu yang lama, yang tidak pernah kita sadari secara instant.. Melainkan sebuah kebaikan yang akan kita sadari saat kita merefleksi diri kita secara utuh..
So ? Beranikah anda mengacungkan tangan kepada Tuhan dan berkata.. “Tuhan, Engkau telah mengajar aku.. Aku minta Engkau memberikan ujian kepadaku..Supaya aku bisa melanjutkan ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi..” ?
Tidak perlu takut, karena Tuhan tahu dengan pasti sejauh mana kemampuan anda..
Tapi mungkin Tuhan akan berkata dengan tersenyum “Bersuka citalah saja dalam kesusahan, karena saat itupun aku sedang mengajar kamu.. Itu sudah cukup bagi KU..
Jadi.. Siapakah tidak berbahagia memiliki Tuhan yang setia seperti itu..? Hahahaaha.. Setan pun pasti akan bersyukur..
Makanya itu, AYOOO SEMANGAAAAT..!!! Selesaikan tugas tugas dari Tuhan.. Tunjukin sama Tuhan bahwa kita mampu dan siap menerima berkat yang lebih besar.. Hehehe..
Bersuka cita dalam keluh kesah..? Sapa takuuut.. :)

Praise The Lord, My Soul.. I Love U My Lord..

Wednesday, July 1, 2009

Keseimbangan..

Kadang aku melihat suatu kasih sayang yang di terjemahkan dengan salah…
Sebuah hal yang sebenarnya abstrak tapi jelas memang sulit dipahami…
Di depan mataku kulihat sebuah kisah yang kadang bikin aku memberontak…

Kadang aku juga mencoba untuk mengerti akan semuanya…

Kadang aku juga mencoba untuk berbuat curang…

Tapi keegoisanku selalu dikalahkan dengan hati nurani…

Aku tidak menyesal memang, karena aku tahu itu benar…

Aku hanya kadang merasa kenapa aku mesti menemui hal semacam itu…
Yang membuatku dari awal berpikir licik dan curang…
Tapi di akhir cerita membuat aku harus merubah keegoisanku menjadi sebuah ….
Entahlah apa namanya…
Aku hanya tidak suka melihat ketidak seimbangan meski kadang aku memaksa sesuatu untuk menjadi seimbang walau aku tahu itu tidak seimbang…

Aku seketika menjadi melankolis…
Aku mencoba untuk tetap berdiri walau aku merasa sedikit kacau atas ketidak tegaanku… Hidup itu sulit dipahami bagiku…
Tapi terkadang aku berpikir semuanya tidak terjadi dengan kebetulan belaka…

Aku kadang merasa bahwa memang benar segala sesuatu disekitarku mengawasi aku…
Mencoba untuk berteman dengan aku dan mencoba mengerti aku…
Semua aku yakin punya jiwa yang tidak dipahami setiap manusia…

Dan aku tahu aku harus memahaminya…

Tembok-tembok ruang yang kadang aku rasa membuat aku penat pun harus kupahami…
Semua punya alasan bagiku…
Julangan gunung tinggi yang selalu saja membuat aku rindu memanggul kembali karier beratku seolah melihat dan mencoba memahami aku…
Aku melihat 3 gunung yang menjulang dari kejauhan di pagi hari…
Teman aku bilang mereka memanggil kami…

Mereka mencoba memahami keinginanku untuk menyentuh mereka..

Aku berpikir mereka adalah seperti aku dengan teman-temanku yang sedang duduk bersama..
Menikmati kopi di teras kantin kampus sambil melihat kesibukan kampus yang kadang membuat aku menjadi jenuh…
Pun begitu aku harus memahami dan mencoba berusaha memahami semua itu dengan kejenuhan-kejenuhan yang mulai memenuhi ruang otakku…

Aku memahami bahwa semua yang ada di sekitar ku memang begitu adanya,

tidak ada yang salah..

Semua ada karena keseimbangan..
Cinta, Penderitaan, Kesenangan, Kesedihan, Kebahagiaan, Siksaan, Kesalahan, Ketepatan dan hal lain yang membuat semua makin berisi..
Semua tetap akan ada karena sebuah keseimbangan..
Sebuah bagian dari hidup yang tidak akan pernah berakhir untuk selamanya..
Terimalah bagian mu, genggamlah dan ikuti kemana hati mu hendak melangkah…
Dan biarkan angin membawa takdir mu..

Monday, June 22, 2009

Bilakah Kenyataan.. ?

" Ada seorang teman yang sedang sakit.. Sakit parah yang membuat dia harus terisolir dari hal hal yang dia ingin lakukan sebagai seorang remaja.. Terlebih lagi saat kenyataan mengatakan bahwa ia adalah seorang pingitan karena telah bersuami dan di belenggu adat dengan ketat..
Kehidupan yang di jalani nya membuat dia menjadi semakin tidak tahu jati diri dia sebagai seorang remaja.. terlalu dini untuk menjalani kehidupan serumit itu bagi remaja yang baru menginjak 20 tahun.. Seorang wanita periang dan belia, cantik dan penuh idealisme.. Tapi apalah daya semua itu mesti sirna karena segala norma dan keegoisan lingkungan sekitar..
Sudah 2 hari dia tidak sadar diri karena sakit itu memaksa dia untuk terlelap beberapa saat lamanya.. Kerinduan yang terpendam selama 2 hari itu sedang menggelanyut di benak dan hatinya..
Kerinduan kepada seseorang yang selama ini membuat dia kuat bertahan, seseorang yang selama ini mau mengerti dan membebaskan jiwa nya di dalam kerangkeng keegoisan dan norma adat yang membelenggunya..
Detik demi detik yang berjalan membuat dia menunggu untuk mendengar sedikit suara dari sang pembebas itu… Satu detik yang telah berlalu di rasa seperti lebih dari satu hari bagi dia.. Perasaan itu lebih kuat daripada kepada sang suami yang selama ini tidak pernah di cintai nya.. Berpikir tentang keadaan suami pun tidak pernah menjadi bagian dalam benaknya..
Tak kunjung datang waktu yang membuat dia bisa mendengar suara sang pembebas.. Dirinya mulai risau.. jengkel.. gelisah.. Semakin dalam perasaan tidak tenang itu, semakin cepat sel sel kanker itu menjarah tubuhnya..
Akhirnya tiba juga saat di mana dia akhirnya mendengar suara sang pembebas.. Kerinduan yang selama ini terpendam di ungkapkannya dengan amarah.. Rasa cinta yang hitam itu keluar tidak lagi dengan kasih melainkan dengan amarah yang menyala nyala… Cinta yang hitam ? Ya..!! Bagiku adalah cinta yang hitam.. Karena tidak seharusnyalah itu terjadi.. Dia sudah bersuami..!! Tapi benarkah ada cinta hitam dan putih..? Apa sejatinya cinta itu ? Entahlah.. Aku sulit berpikir tentang cinta.. Tapi bukan itu masalahnya..
Wanita ini tidak pernah rela untuk membiarkan sang pembebas ini pergi dengan wanita lain.. Rasa cemburu yang terlalu berlebih membuat dia tumbuh menjadi orang yang penuh kecurigaan..
Tidak pernah dia merelakan untuk kehilangan sang pembebas, meski itu akan membuat sang pembebas bahagia.. Dia selalu berteriak dengan emosional dan berkata “Aku tidak sempurna.. Aku minder.. Aku tidak sebaik mereka..”
Wanita ini menangis dan menyesali semua kehidupannya.. Kisah hidupnya yang terbelenggu.. Sakit yang di deritanya.. Kekuatiran akan sang pembebas yang mungkin akan direnggut dari dirinya oleh wanita lain.. Dan kenyataan bahwa dia adalah milik orang yang di bencinya.. Semua itu terpendam dalam hatinya dan semakin menumbuhkan rasa sakit bagi jiwa dan tubuhnya.. "

***


Well well well.. apa maksud semua itu ya..? :t
Satu hal yang pasti adalah tersirat rasa ketidak ikhlasan dalam cerita itu.. Kenyataan pahit dalam kehidupan.. Sedikit kisah cinta yang ironis dan tragis.. Terbelenggu norma adat dan keegoisan lingkungan sekitar.. :(

Aku coba merenungkan.. apa itu kenyataan ?
Bagi ku kenyataan adalah sesuatu yang tidak lagi dapat di rubah.. :)
Ayahku telah meninggal beberapa tahun yang lalu… Itu adalah kenyataan, karena aku tidak dapat merubah kejadian itu..
Sejak ayahku pergi, maka keluargaku mengalami kekurangan materi.. Yang ini bukanlah kenyataan, karena ini dapat di rubah.. Ini hanyalah akibat dari suatu sebab.. :)

Seringkali kita berpikir dan berkata kepada siapapun yang kita rasa menyulitkan kita.. Kita berkata “ Kenapa kamu tidak mau mengerti aku ? ” atau “ Kenapa kamu tidak memberikan ini dan itu untuk ku..? ” atau kata kata lain yang seolah menuntut.. :#
Kenapa dengan diri kita..? Apa kita takut merasa sakit ? Apa kita takut merasa rugi ? Iya..!! Mungkin..!!
Seringkali kita tidak ingin rugi.. Seringkali kita takut menjadi sakit.. Bahkan seringkali kita menjadikan kelemahan kita sebagai senjata untuk menuntut.. :v
Padahal tidak seharusnyalah kita bersikap seperti itu.. Kita sekarang hidup.. bernafas dan sakit jika di pukul.. Kita adalah nyata, bukan di alam mimpi.. Semua yang ada di depan kita ini adalah benar.. Kita harus hadapi itu.. Baik buruk, nikmat ataupun sakit.. Hadapi itu.. Semua yang terjadi pada kita adalah milik kita.. Semakin kita memberontak, semakin kita akan terpuruk, tidak tenang, jengkel bahkan akan putus asa.. Maka ambil bagianmu dengan rela, diamlah dan jangan mengeluh.. :D

Satu hal yang harus kita pikirkan lebih baik lagi dalam konteks kenyataan adalah penerimaan peristiwa, setelah itu adanya kerelaan hati untuk menerimanya, selanjutnya adalah kesadaran dan pemahaman dari peristiwa itu, tentang kenapa ini terjadi dan apa yang harus saya lakukan.. :)

Kenyataan bukan sesuatu untuk di lawan, melainkan untuk di jalani.. Keikhlasan dan kerelaan serta sebuah pemahaman peristiwa adalah sebuah kunci dalam menjalani kenyataan.. Karena hal itu akan berpengaruh pada kejadian yang menjadi akibat dari adanya kenyataan pahit itu..

Jadi sekarang, sejauh mana kenyataan pahit dalam hidup anda mempengaruhi kehidupan masa depan anda, jawabannya ada di tangan anda sendiri.. :)