Monday, June 22, 2009

Bilakah Kenyataan.. ?

" Ada seorang teman yang sedang sakit.. Sakit parah yang membuat dia harus terisolir dari hal hal yang dia ingin lakukan sebagai seorang remaja.. Terlebih lagi saat kenyataan mengatakan bahwa ia adalah seorang pingitan karena telah bersuami dan di belenggu adat dengan ketat..
Kehidupan yang di jalani nya membuat dia menjadi semakin tidak tahu jati diri dia sebagai seorang remaja.. terlalu dini untuk menjalani kehidupan serumit itu bagi remaja yang baru menginjak 20 tahun.. Seorang wanita periang dan belia, cantik dan penuh idealisme.. Tapi apalah daya semua itu mesti sirna karena segala norma dan keegoisan lingkungan sekitar..
Sudah 2 hari dia tidak sadar diri karena sakit itu memaksa dia untuk terlelap beberapa saat lamanya.. Kerinduan yang terpendam selama 2 hari itu sedang menggelanyut di benak dan hatinya..
Kerinduan kepada seseorang yang selama ini membuat dia kuat bertahan, seseorang yang selama ini mau mengerti dan membebaskan jiwa nya di dalam kerangkeng keegoisan dan norma adat yang membelenggunya..
Detik demi detik yang berjalan membuat dia menunggu untuk mendengar sedikit suara dari sang pembebas itu… Satu detik yang telah berlalu di rasa seperti lebih dari satu hari bagi dia.. Perasaan itu lebih kuat daripada kepada sang suami yang selama ini tidak pernah di cintai nya.. Berpikir tentang keadaan suami pun tidak pernah menjadi bagian dalam benaknya..
Tak kunjung datang waktu yang membuat dia bisa mendengar suara sang pembebas.. Dirinya mulai risau.. jengkel.. gelisah.. Semakin dalam perasaan tidak tenang itu, semakin cepat sel sel kanker itu menjarah tubuhnya..
Akhirnya tiba juga saat di mana dia akhirnya mendengar suara sang pembebas.. Kerinduan yang selama ini terpendam di ungkapkannya dengan amarah.. Rasa cinta yang hitam itu keluar tidak lagi dengan kasih melainkan dengan amarah yang menyala nyala… Cinta yang hitam ? Ya..!! Bagiku adalah cinta yang hitam.. Karena tidak seharusnyalah itu terjadi.. Dia sudah bersuami..!! Tapi benarkah ada cinta hitam dan putih..? Apa sejatinya cinta itu ? Entahlah.. Aku sulit berpikir tentang cinta.. Tapi bukan itu masalahnya..
Wanita ini tidak pernah rela untuk membiarkan sang pembebas ini pergi dengan wanita lain.. Rasa cemburu yang terlalu berlebih membuat dia tumbuh menjadi orang yang penuh kecurigaan..
Tidak pernah dia merelakan untuk kehilangan sang pembebas, meski itu akan membuat sang pembebas bahagia.. Dia selalu berteriak dengan emosional dan berkata “Aku tidak sempurna.. Aku minder.. Aku tidak sebaik mereka..”
Wanita ini menangis dan menyesali semua kehidupannya.. Kisah hidupnya yang terbelenggu.. Sakit yang di deritanya.. Kekuatiran akan sang pembebas yang mungkin akan direnggut dari dirinya oleh wanita lain.. Dan kenyataan bahwa dia adalah milik orang yang di bencinya.. Semua itu terpendam dalam hatinya dan semakin menumbuhkan rasa sakit bagi jiwa dan tubuhnya.. "

***


Well well well.. apa maksud semua itu ya..? :t
Satu hal yang pasti adalah tersirat rasa ketidak ikhlasan dalam cerita itu.. Kenyataan pahit dalam kehidupan.. Sedikit kisah cinta yang ironis dan tragis.. Terbelenggu norma adat dan keegoisan lingkungan sekitar.. :(

Aku coba merenungkan.. apa itu kenyataan ?
Bagi ku kenyataan adalah sesuatu yang tidak lagi dapat di rubah.. :)
Ayahku telah meninggal beberapa tahun yang lalu… Itu adalah kenyataan, karena aku tidak dapat merubah kejadian itu..
Sejak ayahku pergi, maka keluargaku mengalami kekurangan materi.. Yang ini bukanlah kenyataan, karena ini dapat di rubah.. Ini hanyalah akibat dari suatu sebab.. :)

Seringkali kita berpikir dan berkata kepada siapapun yang kita rasa menyulitkan kita.. Kita berkata “ Kenapa kamu tidak mau mengerti aku ? ” atau “ Kenapa kamu tidak memberikan ini dan itu untuk ku..? ” atau kata kata lain yang seolah menuntut.. :#
Kenapa dengan diri kita..? Apa kita takut merasa sakit ? Apa kita takut merasa rugi ? Iya..!! Mungkin..!!
Seringkali kita tidak ingin rugi.. Seringkali kita takut menjadi sakit.. Bahkan seringkali kita menjadikan kelemahan kita sebagai senjata untuk menuntut.. :v
Padahal tidak seharusnyalah kita bersikap seperti itu.. Kita sekarang hidup.. bernafas dan sakit jika di pukul.. Kita adalah nyata, bukan di alam mimpi.. Semua yang ada di depan kita ini adalah benar.. Kita harus hadapi itu.. Baik buruk, nikmat ataupun sakit.. Hadapi itu.. Semua yang terjadi pada kita adalah milik kita.. Semakin kita memberontak, semakin kita akan terpuruk, tidak tenang, jengkel bahkan akan putus asa.. Maka ambil bagianmu dengan rela, diamlah dan jangan mengeluh.. :D

Satu hal yang harus kita pikirkan lebih baik lagi dalam konteks kenyataan adalah penerimaan peristiwa, setelah itu adanya kerelaan hati untuk menerimanya, selanjutnya adalah kesadaran dan pemahaman dari peristiwa itu, tentang kenapa ini terjadi dan apa yang harus saya lakukan.. :)

Kenyataan bukan sesuatu untuk di lawan, melainkan untuk di jalani.. Keikhlasan dan kerelaan serta sebuah pemahaman peristiwa adalah sebuah kunci dalam menjalani kenyataan.. Karena hal itu akan berpengaruh pada kejadian yang menjadi akibat dari adanya kenyataan pahit itu..

Jadi sekarang, sejauh mana kenyataan pahit dalam hidup anda mempengaruhi kehidupan masa depan anda, jawabannya ada di tangan anda sendiri.. :)

No comments :

Post a Comment