Akhirnya hari ini tiba juga.. hari yang sebenarnya tidak pernah ingin ku nantikan seumur hidupku.. Hari di mana kesedihan menerkam seluruh jiwaku.. Dan mengumbar pilar pilar penyesalan menyanggah seluruh ragaku.. Hingga menyesakkan ku.. Bernafas pun seperti berada di dalam Lumpur..
Aku ingin mencoba bangkit dan membuang rasa bersalah ku.. Tapi pilar penyesalan itu sungguh sangat kuat menyanggah pikiran ku.. Aku benci hari ini.. Aku mendendam terhadap maut.. Ingin kusampaikan rasa benci ku tapi pada siapa.. Tak seorang pun tahu seberapa aku benci tentang hari ini..
Aku berseru kepada Tuhan.. Tapi apa yang bisa merubah keadaan ini menjadi seperti semula.. DIA tidak akan pernah menarik ketetapan NYA.. Aku terduduk terdiam.. Menangis dan berduka mendalam.. Aku benci hari ini.. Aku benci maut..
Dan sekarang.. Aku sendiri.. Aku bersedih.. Aku menyesal.. Tapi aku tahu , aku tidak boleh terlarut pada hari kelabu ini.. Biarlah ini semua menjadi bagian dalam kisahku.. Meski harus menyisakan tangis dan penyesalan yang mungkin takkan pernah terlupakan seumur hidupku..
Aku bertanya, entah pada siapa yang bisa menjawabnya.. Apakah jiwa punya perasaan..? Apakah jiwa bisa melihat dan mendengar..? Kepada siapakah sebenarnya ia akan pergi dan terlindungi.. ?
Aku iba.. Aku kasihan.. Tapi benarkah aku harus merasa iba..? Apa bukan aku yang seharusnya di kasihani..? Untuk apa aku iba terhadap dia, toh sekarang dia sudah bersama sama dengan Penciptanya dan mengalami kebahagiaan yang selama ini di nantikannya dan tak kunjung menghampirinya saat ia bersama sama dengan kami..
Sungguh aku benci hari ini.. Sungguh aku menyesal telah berkata kata..
Seperti ribuan jarum masuk ke dalam otakku.. Dan seperti batu kilangan menekan dada ku.. Sungguh pun aku tidak pernah menyangka hari ini harus datang begitu cepatnya.. Di tengah ketidak senangan.. di tengah amarah.. Apakah maut begitu pengecut..? Apakah maut begitu kejam..? Siapakah pencipta maut..? Diriku sendirikah..? Ataukah maut tercipta memang untuk merongrong kehidupan manusia..? Aku benci maut.. Aku benci hari ini ada..
Memang benar nasib terbaik adalah tidak pernah di lahirkan.. Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda.. Dan yang tersial adalah berumur tua.. Berbahagialah mereka yang mati muda.. Mahkluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada, berbahagialah dalam ketiadaan mu..
Selamat jalan sayang ku.. Kelak kita akan bertemu lagi.. Dan bersama dengan orang orang yang kita cintai tanpa ada kecurigaan, dendam dan amarah.. Aku merelakan mu..
With Luv,
“Move on be brave.. Don’t wept at my grave.. Coz im no longer here.. But please never let your memories of me dissapear..”
Aku ingin mencoba bangkit dan membuang rasa bersalah ku.. Tapi pilar penyesalan itu sungguh sangat kuat menyanggah pikiran ku.. Aku benci hari ini.. Aku mendendam terhadap maut.. Ingin kusampaikan rasa benci ku tapi pada siapa.. Tak seorang pun tahu seberapa aku benci tentang hari ini..
Aku berseru kepada Tuhan.. Tapi apa yang bisa merubah keadaan ini menjadi seperti semula.. DIA tidak akan pernah menarik ketetapan NYA.. Aku terduduk terdiam.. Menangis dan berduka mendalam.. Aku benci hari ini.. Aku benci maut..
Dan sekarang.. Aku sendiri.. Aku bersedih.. Aku menyesal.. Tapi aku tahu , aku tidak boleh terlarut pada hari kelabu ini.. Biarlah ini semua menjadi bagian dalam kisahku.. Meski harus menyisakan tangis dan penyesalan yang mungkin takkan pernah terlupakan seumur hidupku..
Aku bertanya, entah pada siapa yang bisa menjawabnya.. Apakah jiwa punya perasaan..? Apakah jiwa bisa melihat dan mendengar..? Kepada siapakah sebenarnya ia akan pergi dan terlindungi.. ?
Aku iba.. Aku kasihan.. Tapi benarkah aku harus merasa iba..? Apa bukan aku yang seharusnya di kasihani..? Untuk apa aku iba terhadap dia, toh sekarang dia sudah bersama sama dengan Penciptanya dan mengalami kebahagiaan yang selama ini di nantikannya dan tak kunjung menghampirinya saat ia bersama sama dengan kami..
Sungguh aku benci hari ini.. Sungguh aku menyesal telah berkata kata..
Seperti ribuan jarum masuk ke dalam otakku.. Dan seperti batu kilangan menekan dada ku.. Sungguh pun aku tidak pernah menyangka hari ini harus datang begitu cepatnya.. Di tengah ketidak senangan.. di tengah amarah.. Apakah maut begitu pengecut..? Apakah maut begitu kejam..? Siapakah pencipta maut..? Diriku sendirikah..? Ataukah maut tercipta memang untuk merongrong kehidupan manusia..? Aku benci maut.. Aku benci hari ini ada..
Memang benar nasib terbaik adalah tidak pernah di lahirkan.. Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda.. Dan yang tersial adalah berumur tua.. Berbahagialah mereka yang mati muda.. Mahkluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada, berbahagialah dalam ketiadaan mu..
Selamat jalan sayang ku.. Kelak kita akan bertemu lagi.. Dan bersama dengan orang orang yang kita cintai tanpa ada kecurigaan, dendam dan amarah.. Aku merelakan mu..
With Luv,
“Move on be brave.. Don’t wept at my grave.. Coz im no longer here.. But please never let your memories of me dissapear..”
No comments :
Post a Comment